Senin, 07 April 2014

Produk

Sebagai leading foreign exchange provider di Indonesia, Bank Mandiri selalu mengutamakan keamanan, kemudahan dan kecepatan layanan dalam bertransaksi. Kami memiliki berbagai produk dan layanan terbaik untuk memenuhi segala kebutuhan transaksi anda.

Cash Transaction Product

  • Trasaksi Valuta Asing Devisa Umum

    • Transaksi Valuta Today adalah transaksi untuk mempertukarkan valuta asing lawan valuta (asing) lainnya dengan penyerahan di hari yang sama dengan hari transaksi.
    • Transaksi Valuta Tomorrow adalah transaksi untuk mempertukarkan valuta asing lawan valuta (asing) lainnya pada hari transaksi dengan penyerahan satu hari kerja setelah tanggal transaksi.
    • Transaksi Valuta Spot adalah transaksi untuk mempertukarkan valuta asing lawan valuta (asing) lainnya pada hari transaksi dengan penyerahan dua hari kerja setelah tanggal transaksi.
  • Banknotes

    Bank Mandiri menawarkan transaksi banknotes dengan kurs yang kompetitif dan kurs spesial untuk jumlah tertentu. Anda dapat melakukan transaksi jual/beli banknotes di Bank Mandiri mulai jam 8.30 hingga 15.00 WIB setiap hari kerja dan hari sabtu-minggu khusus di cabang/ lokasi weekend banking. Khusus nasabah Bank Mandiri dapat menggunakan rekening rupiah Anda untuk bertransaksi. Bank Mandiri menyediakan ragam valuta asing (mata uang utama dunia dan mata uang lainnya) seperti :
    • American Dollar (USD)
    • Great Britain Pound sterling(GBP)
    • Euro (EUR)
    • Australian Dollar (AUD)
    • Singapore Dollar (SGD)
    • Japanese Yen (JPY)
    • Hong Kong Dollar (HKD)
    • Malaysian Ringgit (MYR)
    • Saudi Arabia Real (SAR)
    • Canadian Dollar (CAD)
    Manfaatkan lokasi layanan transaksi banknotes yang strategis tersebar di seluruh Indonesia. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan kunjungi counter layanan transaksi banknotes kami:
    Jakarta :
    Ambasador(57930970) - Bandara Soekarno Terminal D (5507283) - Bandara Sela Panjang (5507283) - Bekasi Lippo Cikarang (89909420) - Cikini (31931732) - Condet (80878729) - Cut Mutia (3927781) - Fatmawati (021) 7504791 - Gedung Pusat Kehutanan (5703246) - Gedung Patrajasa (5253005) - Grand Indonesia (23580832) - Greenville (5689044) - Gunung Sahari (2600170) - Harco Mangga Dua (6127048) - Kelapa Gading Boulevard (4520245) - ITC Mangga Dua (62300268) - ITC Roxy Mas (63859978) - Kemang Raya (7199123) - Mal Pondok Indah 1 (7506717) - Mal Pondok Indah 2 (75920455) - Mal Kelapa Gading (45853740) - Mal Puri Indah (5822723) - Mal Taman Anggrek (56998570) - Mal Mangga Dua (62202691) - Mangga Dua (6127623) - Mangga Besar (2600044) - Melawai (2700346) - Metro Tanah Abang (30035457) - Muara Karang Dalam (6678893) - Pasar Baru (2310277) - Plaza Mandiri (5263553) - Pluit Kencana (6601602) - Prapatan (3845507) - Puncak Mas (5200208) - Roxy Mas (6329512) - Sarinah (2300644) - Senayan City (72781423) - Sudirman (5266540) - Tanjungpriok Enggano (4351169) - Thamrin
    Luar Jakarta :
    Bandung Asia Afrika Selatan (022)4240282 - Bandung Suropati (022) 4241411 - Cianjur (0263)268383 - Cirebon Yos Sudarso (0231)205506 - Solo Sriwedari (0271)715455 - Semarang Pemuda (024) 3514321 - Tegal Arif Rahman Hakim (0283) 351181 - Yogyakarta Sudirman (0274)586425 - Yogyakarta K.H.Ahmad Dahlan (0274)411753 - Surabaya Bandara Juanda (031)2986422 - Surabaya Pakuwon (031)7344049 - Surabaya Basuki Rahmat (031)5316760 - Surabaya Gentengkali (031) 5319511 - Surabaya Tanjung Perak (031) 3291792 - Denpasar Gajah Mada (0361)224705 - Kuta Raya (0361)752060 - Gianyar Ngurah Rai (0361)948976 - Nusa Dua (0361)772095 - Denpasar Veteran (0361)226761 - Ubud (0361)977022 - Legian (0361)762589 - Denpasar Sanur (0361)283485 - Denpasar Krobokan (0361)733282 - Denpasar Kuta Discovery (0361) 755522 - Mataram Cakranegara (0370)631311 - Medan Balai Kota (061)4524900 - Pekanbaru Sudirman Bawah (0761)31786 - Dumai Sudirman (0765)31710 - Batam Bandara Hang Nadim (0778)761318 - Batam Imam Bonjol (0778) 454444 - Batam Lubuk Baja (0778)458159 - Batam Raja Ali Haji (0778)456717 - Tanjung Pinang (0771)22437 - Tanjung Balai Karimun (0777)327668 - Tanjung Uban (0771) 81006 - Padang Sudirman (0751)26940 - Palembang Arief (0711)310952 - Manado Sam Ratulangi (0431)876195 - Atambua (0389)21688 - Entikong (0564)2032737 - Motaain (0389)21688 - Makassar Kartini (0411)324095 - Bitung (0438) 21022 - Balikpapan Ahmad Yani (0542)422882 Banjarmasin Lambung Mangkurat (0511) 4368475 - Pontianak Diponegoro (0561) 769769 - Samarinda Mulawarman (0541) 742097 - Nunukan (0556)2025660 .
    Weekend Banking :
    Bandara Soekarno Terminal D (5507283) - Bandara Sela Panjang (5507283) - Mal Pondok Indah 1 (7506717) - Mal Pondok Indah 2 (75920455) - Mal Kelapa Gading (45853740) - Mal Taman Anggrek (56998570) - Surabaya Bandara Juanda (031)2986422 - Gianyar Ngurah Rai (0361)948976 - Denpasar Kuta Discovery (0361) 755522

Hedging Product

  • Forward

    Transaksi Forward adalah Transaksi penjualan atau pembelian valuta asing dalam jumlah dan harga tertentu dengan penyerahan dan penerimaan dana dilaksanakan lebih dari 2 (dua) hari kerja sejak tanggal transaksi.
  • Swap

    Currency Swap adalah suatu transaksi / kontrak untuk untuk mempertukarkan valuta asing lawan valuta (asing) lainnya pada tanggal valuta tertentu sekaligus dengan perjanjian untuk mempertukarkan kembali valuta asing lawan valuta (asing) lainnya tersebut pada tanggal valuta berbeda di masa yang akan datang. Harga / rate yang digunakan pada kedua transaksi ditentukan pada tanggal transaksi, dan kedua transaksi tersebut dilaksanakan sekaligus dan dengan counterparty yang sama.
  • FX Option

    Kontrak pembelian atau penjualan hak (bukan kewajiban) untuk membeli atau menjual sejumlah valuta asing tertentu terhadap valuta (asing) lainnya dengan harga yang telah ditentukan (strike price) untuk suatu periode tertentu dengan membayar/menerima sejumlah premi tertentu.
  • Interest Rate Swap (IRS)

    Kontrak pertukaran/perubahan pembayaran suku bunga dari floating rate menjadi fixed rate atau sebaliknya tanpa penyerahan principal. Besarnya suku bunga tidak tetap (floating) ditentukan oleh besarnya suatu benchmark suku bunga yang diperjanjikan antara lain LIBOR (London Interbank Offer Rate), SIBOR (Singapore Interbank Offer Rate) ataupun SBI (Sertifikat Bank Indonesia).
  • Cross Currency Swap (CCS)

    Kontrak antara dua pihak untuk melakukan pertukaran dua aliran pembayaran bunga dalam dua mata uang yang berbeda, selama jangka waktu yang disepakati. Pada akhir jangka waktu tersebut, kedua pihak kemudian mempertukarkan kembali jumlah pokok (principal) sesuai kurs yang disepakati pada awal kontrak.

Produk Investasi

Untuk investasi jangka menengah & panjang, kami menyediakan obligasi (surat pengakuan utang) dalam mata uang Rupiah maupun valuta asing. Anda akan mendapatkan imbal hasil berupa kupon yang dibayar secara periodik maupun capital gain dari selisih harga jual dan beli.
  • Surat Utang Negara (SUN), Obligasi Global (ROI) dan Global Sukuk (INDOIS)

    Merupakan obligasi yang diterbitkan dan dijamin pembayaran bunga & pokoknya oleh Negara Republik Indonesia. SUN diterbitkan dalam mata uang rupiah sedangkan ROI dan INDOIS dalam US dollar.
  • Retail Bond: Obligasi Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel Indonesia (SR)

    ORI dan SR merupakan suatu bentuk obligasi yang dijual secara retail yang diterbitkan dan dijamin oleh pemerintah sebagai salah satu surat utang domestik. Minimal pembelian untuk obligasi tersebut adalah 5 juta rupiah dengan kelipatan 1 juta rupiah.
  • Obligasi Korporasi (Corporate Bond)

    Merupakan obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan/korporasi di Indonesia dengan kupon yang relatif lebih tinggi dibandingkan obligasi Negara.
  • US Treasury Bond

    Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Amerika Serikat dalam mata uang US Dolar.

Customized Product

Treasury Bank Mandiri juga menyediakan produk Treasury lain yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda.

sumber//  http://www.bankmandiri.co.id/article/treasury-produk.asp

Minggu, 06 April 2014

Prosedur & Persyaratan Transaksi

Prosedur Transaksi

Melakukan transaksi produk Treasury menjadi mudah melalui Bank Mandiri. Anda dapat memenuhi segala kebutuhan produk Treasury dalam satu layanan terpadu (one stop services). Cukup menghubungi Dealer kami secara langsung ataupun melalui salah satu cabang Bank Mandiri yang tersebar luas, dan melengkapi dokumen yang dibutuhkan, maka transaksi Anda pun dapat segera dijalankan.
Prosedur Transaksi
Prosedur Transaksi
Prosedur Transaksi

Persyaratan Transaksi:

  • Nasabah Bank Mandiri
  • Untuk transaksi jual beli valas, minimum transaksi adalah ekuivalen USD 25.000, sedang untuk transaksi lainnya, minimum transaksi mengikuti ketentuan Bank.
  • Melengkapi dokumen sesuai ketentuan yang berlaku
sumber//  http://www.bankmandiri.co.id/article/treasury-prosedur-transaksi.asp

Sabtu, 05 April 2014

Transformasi Bank Mandiri

Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998, sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank pemerintah -- yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia -- dilebur menjadi Bank Mandiri, dimana masing-masing bank tersebut memiliki peran yang tak terpisahkan dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Sampai dengan hari ini, Bank Mandiri meneruskan tradisi selama lebih dari 140 tahun memberikan kontribusi dalam dunia perbankan dan perekonomian Indonesia.

Konsolidasi dan integrasi

Segera setelah merger, Bank Mandiri melaksanakan proses konsolidasi secara menyeluruh. Pada saat itu, kami menutup 194 kantor cabang yang saling berdekatan dan rasionalisasi jumlah karyawan dari jumlah gabungan 26.600 menjadi 17.620. Brand Bank Mandiri diimplementasikan ke semua jaringan dan seluruh kegiatan periklanan dan promosi lainnya. Salah satu prestasi Bank Mandiri yang paling signifikan adalah dengan mengganti platform teknologinya secara menyeluruh. Bank Mandiri mewarisi total 9 core banking system yang berbeda dari 4 bank pendahulunya. Bank Mandiri segera berinvestasi untuk mengkonsolidasikan sistem-sistem dari platform yang terkuat. Dibutuhkan tiga tahun dan dana sebesar US$ 200 Juta demi mengembangkan program untuk menggantikan core banking platform sebelumnya agar sesuai dengan standar perbankan ritel. Kini infrastruktur IT Bank Mandiri telah menyediakan system pengolahan data straigth-through dan interface yang seragam bagi pelanggannya. Sesuai dengan visi kami, Bank Mandiri memasuki segmen bisnis yang menguntungkan dan memiliki prospek tumbuh, sekaligus berperan sebagai institusi perbankan yang komprehensif. Untuk itu, Bank Mandiri berfokus pada segmen korporasi, komersial, mikro & ritel, serta pembiayaan konsumen dengan strategi yang berbeda di setiap bisnisnya dan bersinergi dengan seluruh segmen pasar yang ada. Kehadiran Bank Mandiri sebagai Bank Domestik Multispesialis di Indonesia dapat diterjemahkan ke dalam langkah-langkah khusus dengan menumbuhkan pangsa pasar dominan di segmen yang kami fokuskan. Selain itu, Bank Mandiri juga memiliki visi untuk menjadi bank terdepan di Indonesia. Sebagai bank publik, visi Bank Mandiri untuk menjadi bank blue chip publik di Asia Tenggara ini akan diukur berdasarkan kapitalisasi pasar.

Program Transformasi Tahap I (2005 - 2009)

Ambisi Bank Mandiri yang ditetapkan untuk 4 tahun ke depannya hanya dapat dicapai dengan mengubah organisasi kami untuk dapat beradaptasi dengan dinamika dan pergerakan pasar. Di tahun 2005, kami berkomitmen untuk menjalankan program transformasi selama 5 tahun untuk membentuk Bank Mandiri menjadi Bank Multispesialis yang Dominan. Kami menetapkanempat tema transformasi sebagai syarat utama: budaya, penjualan, aliansi dan kontrol NPL. Bank Mandiri melakukan Program Transformasi dalam tiga tahap, yaitu:

Tahap 1 (2006-2007)

Back on Track : Dalam tahapan ini, fokus utama kami adalah merekonstruksi ulang fondasi Bank Mandiri untuk pertumbuhan di masa depan

Tahap 2 (2008-2009)

Outperform the Market : Dalam periode ini, Bank Mandiri lebih menekankan ekspansi bisnis untuk menjamin pertumbuhan yang signifikan di berbagai segmen dan mencapai level profit yang mampu melampaui target rata-rata pasar

Tahap 3 (2010)

Shaping the End Game : Di tahap ini, Bank Mandiri menargetkan diri untuk menjadi bank regional terdepan melalui konsolidasi dari bisnis jasa keuangan dan lebih mengutamakan peluang strategi pertumbuhan non-organik, termasuk memperkuat kinerja anak perusahaan dan akuisisi bank atau perusahaan keuangan lainnya yang dapat memberikan nilai tambah bagi Bank Mandiri
Proses transformasi yang telah dijalankan sejak tahun 2005 hingga tahun 2010 ini secara konsisten berhasil meningkatkan kinerja Bank Mandiri. Hal ini tercermin dari peningkatan berbagai parameter finansial, diantaranya:
  • Kredit bermasalah turun signifikan, tercermin dari rasio NPL net konsolidasi yang turun dari 15,34% di tahun 2005 menjadi 0,62% di tahun 2010.
  • Laba bersih Bank Mandiri juga tumbuh sangat signifikan dari Rp 0,6 Triliun di tahun 2005 menjadi Rp 9,2 Triliun di tahun 2010.
Sejalan dengan transformasi bisnis, Bank Mandiri juga melakukan transformasi budaya dengan merumuskan kembali nilai nilai budaya untuk menjadi pedoman kerja pegawai. Bank Mandiri juga berhasil mencatat sejarah dalam peningkatan kualitas layanan, yaitu menjadi service leader perbankan nasional dengan menempati urutan pertama pelayanan prima selama empat tahun berturut-turut (tahun 2007, 2008, 2009 dan 2010) berdasarkan survey Marketing Research Indonesia (MRI). Selain itu, Bank Mandiri juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak dalam penerapan Good Corporate Governance.
Peningkatan kinerja Bank Mandiri mendapatkan respon positif oleh investor, tercermin dari meningkatnya harga saham Bank Mandiri secara signifikan dari posisi terendah Rp 1.110 per lembar saham pada 16 November 2005, menjadi Rp 6.300,- per lembar saham pada 30 September 2011, atau meningkat 33,6% per tahunnya berdasarkan rata-rata (CAGR). Dalam kurun waktu kurang lebih 6 tahun, nilai kapitalisasi pasar Bank Mandiri meningkat sekitar 7 kali lipat, dari Rp 21,8 Triliun menjadi Rp 146,9 Triliun.

Program Transformasi Tahap II (2010 - 2014)

Saat ini Bank Mandiri tengah melaksanakan tahap transformasi lanjutan tahun 2010-2014, dimana kami telah melakukan revitalisasi visi, yaitu "Menjadi Lembaga Keuangan Indonesia yang Paling Dikagumi dan Selalu Progresif". Sejalan dengan visi tersebut, Bank Mandiri juga ditargetkan mampu mencapai nilai kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia, yaitu di atas Rp 225 Triliun dengan pangsa pasar pendapatan mendekati 16%, ROA mencapai kisaran 2,5% dan ROE mendekati 25%, namun tetap menjaga kualitas asset yang direfleksikan dari rasio NPL gross di bawah 4%. Bank Mandiri juga berambisi untuk masuk dalam jajaran Top 5 Bank di ASEAN pada tahun 2014.
Selanjutnya di tahun 2020, Bank Mandiri menargetkan untuk masuk dalam jajaran Top 3 Bank di ASEAN dalam hal nilai kapitalisasi pasar dan menjadi pemain utama di regional. Untuk mewujudkan visi tersebut, transformasi bisnis di Bank Mandiri tahun 2010 - 2014 akan difokuskan pada 3 (tiga) area bisnis yaitu:

Wholesale transaction

Bank Mandiri akan memperkuat leadership-nya dengan menawarkan solusi transaksi keuangan yang komprehensif dan membangun hubungan yang holistik melayani institusi corporate & commercial di Indonesia.

Retail deposit & payment

Bank Mandiri memiliki aspirasi untuk menjadi bank pilihan nasabah di bidang retail deposit dengan menyediakan pengalaman perbankan yang unik dan unggul bagi para nasabahnya.

Retail Financing

Bank Mandiri memiliki aspirasi untuk meraih posisi nomor 1 atau 2 dalam segmen pembiayaan ritel, terutama untuk memenangkan persaingan di bisnis kredit perumahan, personal loan, dankartu kredit serta menjadi salah satu pemain utama di micro banking.
Ketiga area fokus tersebut didukung dengan penguatan organisasi dan peningkatan infrastruktur (cabang, IT, operation dan risk management) untuk memberikan solusi layanan terpadu. Disamping itu, Bank Mandiri didukung oleh Sumber Daya Manusia yang handal, teknologi yang selalu update, penerapan manajemen risiko dalam menjalankan bisnis secara seksama dan penuh pertimbangan, serta penerapan Good Corporate Governance yang telah teruji.

Pencapaian Bank Mandiri

Hingga Desember 2011, total aset Bank Mandiri telah mencapai Rp 551,9 Triliun, dimana jumlah ini berlipat ganda dari total aset di tahun 2006 (sebesar Rp 267 Triliun), atau tumbuh 15,6% (CAGR). Ini mengukuhkan posisi Bank Mandiri sebagai bank terbesar di Indonesia. Kredit Bank Mandiri juga tumbuh menjadi Rp 314,4 Triliun, meningkat 22% (CAGR) dari kredit tahun 2006 yang sebesar Rp 118 Triliun. Sedangkan net profit kami tumbuh menjadi Rp 12,2 Triliun, meningkat 28,3% (CAGR) dari tahun 2006 yang sebesar Rp 2,4 Triliun. Selain menjadi bank pemberi pinjaman terbesar di Indonesia (secara konsolidasi), Bank Mandiri juga merupakan bank penyimpanan terbesar di Indonesia dengan dana pihak ke tiga sebesar Rp 422,3 Triliun. Bank Mandiri juga telah berhasil mempertahankan kualitas aset yang kuat, dibuktikan dengan nilai Gross dan Net NPL Ratio yang masing-masing sebesar 2,21% dan 0,52%. Salah satu momen penting dalam proses transformasi tahap 2 ini adalah suksesnya rights issue pada Februari 2011 untuk memperkuat permodalan bank. Dengan ini, modal Bank Mandiri telah mencapai Rp 62,7 Triliun, meningkat dari 48,9% tahun ke tahun dan menjadi bank pertama di Indonesia yang meraih gelar Bank Internasional, sesuai dengan Banking Architecture atau Arsitektur Perbankan Indonesia (API).
Kinerja Bank Mandiri juga didukung oleh perusahaan-perusahaan anak yang memberikan kontribusi pendapatan signifikan, yaitu sekitar 12% dari laba bersih konsolidasi Bank Mandiri. Kini Bank Mandiri memiliki jaringan ATM terbesar, yaitu sejumlah 10.000 unit yang telah terpasang dan tersebar di seluruh Indonesia. Ini menjadikan Bank Mandiri sebagai bank terbaik dalam pelayanan selama 4 tahun berturut-turut dan menjadi perusahaan yang paling terpercaya di Indonesia untuk Good Corporate Govenance selama 5 tahun berturut-turut. Setelah memenuhi berbagai persyaratan dari Bank Indonesia, Bank Mandiri kini berhak untuk menyandang titel sebagai Bank Internasional yang telah beroperasi di sektor perbankan regional dan siap menjadi bank panutan di Indonesia. Hal ini turut didukung dengan visi kami untuk menjadi Lembaga Keuangan yang Paling Dikagumi dan Paling Progresif di Indonesia.

Meningkatkan Sinergi & Nilai dari Perusahaan Anak

Untuk mendukung berbagai segmen usaha kami serta membangun budaya kerja berbasis kinerja yang kuat di seluruh organisasi, Bank Mandiri menerapkan sistem organisasi berbasis Strategic Business Unit (SBU) yang terdiri dari berbagai unit bisnis yang strategis. Unit bisnis strategis ini akan bergerak sebagai generator penghasil profit pertumbuhan Bank Mandiri di masa depan, sebagai inti dari perusahaan dan juga sebagai layanan fungsi bersama. Bank Mandiri juga didukung oleh beberapa perusahaan anak untuk meningkatkan performa unit-unit bisnis strategisnya, diantaranya Corporate Banking, Commercial Business Banking, Micro & Retail Banking, Treasury & International Banking serta Consumer Finance. Bank Mandiri senantiasa mencari peluang bisnis yang saling menguntungkan guna menciptakan sinergi, membangun aliansi sekaligus memperkuat bisnis pendukungnya melalui perusahaan anak Bank Mandiri, diantaranya Mandiri Sekuritas yang bergerak di bidang investment banking, Mandiri AXA Financial Service yang bergerak di bidang asuransi, Bank Syariah Mandiri yang bergerak di bidang perbankan syariah, Bank Sinar Harapan Bali yang bergerak di bidang perbankan mikro dan Mandiri Tunas Finance yang bergerak di bidang multi-finance. Di tahun 2011, Bank Mandiri berhasil mengakuisisi Mandiri AXA General Insurance (MAGI), yaitu perusahaan hasil kerjasama antara Bank Mandiri dan AXA Societe Anonyme, untuk memperkuat penetrasi Bank Mandiri di bisnis asuransi umum. Dengan memiliki berbagai perusahaan anak yang mendukung bisnis kami, Bank Mandiri kini memegang peranan sebagai institusi finansial holding terkuat di Indonesia.

sumber//  http://www.bankmandiri.co.id/corporate01/about_profile.asp

Jumat, 04 April 2014

Working Capital Loan

Is a short term loan facility provided in Rupiah or foreign currency to finance the need for working capital that will be spent in one business cycle with a maximum period 1 (one) year.

Benefit

  1. Disbursement can be done anytime in accordance with business need.
  2. The unused portion of the loan will not be subject to interest rate.
  3. Financial activation is channeled through the loan account.

Features

  1. Period : Maximum of 1 (one) year
  2. Financing : Maximum Bank Mandiri is 70% of working capital’s need and self-financing minimum 30%.
  3. Main collateral : The business being financed
  4. Additional collateral : To be added as requirement if deemed necessary by bank’s assessment.

More Information

For further information regarding our products, please contact Call Mandiri at 14000, or click here to contact our Corporate Banking Center.

sumber//  http://www.bankmandiri.co.id/english/article/corporate-kmk.asp

Kamis, 03 April 2014

Investment Loan

Medium and long-term credit facility provided in Rupiah or foreign currency to finance procurement of capital goods for rehabilitation, modernization, expansion or establishment of new project or refinancing, the settlement of which is to be sourced from business income with the financed capital goods.

Benefit

  1. Loan is provided based on performance.
  2. Loan is directly transferred to current account.
  3. The amount of collateral is adjusted based on business cash flow.

Features

  1. Financing : Maximum from Bank Mandiri is 65% of the need for working capital and self-financing minimum 35%.
  2. Main collateral : The financed business.
  3. Additional collateral : Shall be provided if deemed necessary by Bank’s assessment.

More Information

For further information regarding our products, please contact Call Mandiri at 14000, or click here to contact our Corporate Banking Center.

Rabu, 02 April 2014

Bank Mandiri Perkuat Peran Sebagai Lembaga Intermediasi
02/10/14
Jakarta, 10 Februari 2014 – Bank Mandiri membukukan pertumbuhan kredit sebesar 21,5% pada akhir 2013 menjadi Rp472,4 triliun dari Rp388,8 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan rasio NPL net 0,58 %.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pertumbuhan penyaluran kredit itu mendorong peningkatan asset menjadi Rp733,1 triliun dari Rp635,6 triliun pada Desember 2012. kinerja positif itu juga mendorong pertumbuhan laba bersih pada 2013 sebesar 17,4% menjadi Rp18,2 triliun dibandingkan akhir 2012 sebesar Rp15,5 triliun. Selain pertumbuhan kredit, laju kenaikan laba juga ditopang pertumbuhan fee based income sebesar 18,6% sehingga mencapai Rp14,5 triliun pada tahun 2013.

Pada tahun 2013, kredit Bank Mandiri ke sektor produktif tumbuh 23,3% mencapai Rp360,4 triliun dengan pertumbuhan kredit investasi sebesar 17% dan kredit modal kerja sebesar 27,4%. Sektor listrik, gas dan air mencatat akselerasi pertumbuhan sebesar 22,6%, sementara sektor perdagangan, restoran dan hotel sebesar 26,8%.

Dilihat dari segmentasi, kenaikan penyaluran kredit terjadi di seluruh bisnis, dengan pertumbuhan tertinggi pada segmen mikro yang mencapai 42,3% menjadi Rp27,0 triliun pada 2013. Jumlah nasabah kredit mikro juga meningkat menjadi 349,6 ribu nasabah dari 315,4 ribu nasabah di tahun 2012. Sementara itu, kredit yang tersalurkan untuk segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mencatat pertumbuhan sebesar 18,2% menjadi Rp64,6 triliun.

Bank Mandiri juga turut menyalurkan pembiayaan khusus dengan skema penjaminan pemerintah, yaitu melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Jumlah nasabah KUR meningkat hingga 40,4% menjadi lebih dari 295 ribu nasabah dengan limit sebesar Rp14,45 triliun.

“Kami ingin terus tumbuh agar dapat berperan optimal dalam mendorong laju perekonomian nasional. Pencapaian kami saat ini merupakan perkembangan yang menggembirakan karena kredit yang disalurkan terus meningkat dan semakin memperkuat Bank Mandiri dalam menjalankan peran sebagai lembaga intermediasi,” kata Budi Gunadi Sadikin.

Kepercayaan masyarakat kepada Bank Mandiri juga terus tumbuh yang ditunjukkan dengan naiknya penghimpunan dana pihak ketiga menjadi Rp556,3 triliun pada Desember 2013 dari Rp482,9 triliun di Desember 2012. Dari capaian itu, total dana murah (giro dan tabungan) yang berhasil dikumpulkan Bank Mandiri sampai dengan triwulan keempat 2013 mencapai Rp359,96 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan tabungan sebesar 17% atau Rp34,3 triliun hingga mencapai Rp236,5 triliun.

Sebagai upaya untuk meningkatkan pengumpulan dana masyarakat melalui peningkatan kenyamanan bertransaksi, Bank Mandiri terus mengembangkan jaringan kantor cabang, jaringan elektronik, maupun jaringan layanan lainnya. Hingga Desember 2013, Bank Mandiri telah menambah 240 unit kantor cabang sehingga menjadi 2.050 unit dari 1.810 unit pada 2012, penambahan 529 unit ATM sehingga menjadi 11.514 unit, menambah Electronic Data Capture (EDC) menjadi 230.352 unit, dan penambahan 470 jaringan bisnis mikro sehingga menjadi 1.778 unit.

Atas kinerja baik pada tahun 2013, Bank Mandiri memperoleh penghargaan antara lain sebagai bank terbaik di Indonesia dari tiga publikasi terkemuka di sektor keuangan, yaitu Finance Asia, Asiamoney dan The Banker. Selain penghargaan sebagai bank terbaik di Indonesia, ketiga publikasi ternama tersebut juga menganugerahi Bank Mandiri untuk kategori lainnya.

sumber// http://ir.bankmandiri.co.id/phoenix.zhtml?c=146157&p=irol-newsArticle&ID=1904722&highlight=

Selasa, 01 April 2014

Cash Collateral

Credit facility granted with collateral in the forms of cash deposit, time deposit, and/or savings in rupiah or foreign currency issued by Bank Mandiri.

Benefit

  1. Can be withdrawn at anytime.
  2. The unused portion is not subject to interest.
  3. Settlement at the due date of the credit.

Features

  1. Period: Maximum of 1 (one) year and extendable
  2. Credit Limit: Maximum of 90% of the guarantee nominal for Cash Loan
  3. Currency: Rupiah or Foreign Currency
    Foreign Currency Facility and Collateral:
    • IDR (IDR, USD & SGD collaterals)
    • USD (USD, IDR collateral)
    • SGD (SGD collateral)
    • EUR (EUR collateral)

More Information

For further information regarding our products, please contact Call Mandiri at 14000, or click here to contact our Corporate Banking Center.